Rabu, 18 Agustus 2010

" Obsesi Guru Senior SMKN 35 Kampung Jawa "

Tugasku di SMK Negeri 35 , Jalan Kerajinan No 42 Taman Sari Jakarta Barat mungkin termasuk sekolah tertua di Jakarta Barat berdidi sekitar tahun 1930 an, waktu itu Ambach School pada Jaman Belanda. ( begitu cerita guru guru tua saat itu)
Sejak aku mulai mengajar tahun 1973, di Kampung Jawa ini sudah menjadi Sekolah teknik, yaitu STN V yang sebelumnya disebut Sekolah Pertukangan. Sejak tahun 1975 Sekolah Teknik dihapus jadi SMP dan ex STN V menjadi STM Feeder School ( sekolah kelas Jauh dari STM Negeri 3 Pisangan , Jakarta Timur ) kemudian menjadi STM Negeri 7 Jakarta dan terakhir menjadi SMK Negeri 35 Kampung Jawa Jakarta Barat ) .
Ketika masih Menjadi STM Feeder Shool dan STM Negeri 7 , Sekolah ini melaksanakan Praktik di BLPT ( Balai Latihan Pendidikan Teknik ) yaitu Balai pelatihan STM bantuan Bank Dunia, waktu itu yang praktek di BLPT ada STMN 1, STMN 3, STMN 6 dan STMN 7 Jakarta.
Dalam perkembangannya ketika saat itu STM Swasta berkembang begitu menjamur karena banyak peminat, tapi banyak pula STM Swasta yang tidak memiliki ruang praktek, maka pemda DKI waktu itu menyediakan Bengkel Praktek untuk sekolah swasta yang belum memiliki ruang Praktek, yang disebut BPKPT (Balai Pelatihan Keterampilan Pendidikan Teknik) kemudian berubah menjadi BPPK ( Balai Pelatihan Pendidikan Kejuruan ) sekarang menjadi Pusat Latihan Pendidikan Kejuruan (PLPK).
Ada beberapa BPKPT dibangun oleh Pemda DKI yaitu BPKPT 1 Budi Utomo, BPKPT 2 Kampung Jawa, BPKPT 3 Duren Sawit , Ketika BPKPT 2 Kampung Jawa selesai maka STM Negeri 7 Prakteknya di BPKPT 2 Kampung Jawa, karena satu lokasi dan pimpinannya menjadi satu atap yaitu Kepala STM Negeri 7.
Ketika ada perubahan UPT dimana BPKPT itu berdiri sendiri, maka pimpinan menjadi terpisah yaitu Kepala STM Negeri 7 yang sekarang menjadi SMK Negeri 35 dan Kepala BPKPT2 (BPPK 2). Oleh karena Pimpinannya terpisah, maka Kepala BPKPT lain dan Kepala SMK Negeri 35 juga lain , sejak itulah SMK Negeri 35 tidak memiliki Bengkel Praktek Sendiri, padahal Bengkel BPPK2 itu sendiri berada di lokasi SMK Negeri 35 Kampung Jawa Jakarta dan tanahnya didalam sertifikat maupun bangunan Bengkelnya disebutkan milik SMK Negri 35.
Sejak terpisah itulah SMK Negeri 35 Jakarta prakteknya numpang di BPPK2 Kampung Jawa, kemudian tahun berikutnya oleh Direktorat , SMK Negeri 35 diberikan Peralatan Praktik terutama untuk jurusan Mesin, Listrik, Otomotip , Elektronika juga Bangunan hanya untuk kelas 1 dan 2 untuk praktek dasar saja.
Khusus jurusan teknik Pemesinan sudah memiliki 5 mesin bubut besar, 2 mesin Milling Pinacle besar, 5 mesin Milling kecil, 2 mesin bor kolom, 2 mesin bor meja, 4 mesin gergaji
2 mesin Las Listrik, 4 buah Gerinda Meja dan 1 kompressor besar untuk mesin Milling Vinacle.
Aku sebagai ketua Jurusan Mesin / Kaprog. Teknik Pemesinan di SMK Negeri 35 adalah satu satunya SMK Negeri di Jakarta Barat yang membuka Program Keahlian Teknik Mesin, terobsesi ingin memajukan Program keahlian Tekknik Pemesinan di SMK ini menjadi jurusan paporit kini hanya tinggal melengkapi minimal 2 mesin Frais universal , 1 mesin Frais CNC dan 1 Mesi Bubut CNC, maka lengkaplah bengkel mesin SMK Negeri 35 dan siap bersaing dengan SMK lain yang terkemuka di Jakarta ini , bahkan kami siap untuk menjadi SMK Rintisan Sekolah Bersetandar Internasional ........ siapa takut ...... ? Semua kawan kawan Kepala Jurusan lainpun Siap mendukung , asal kepala sekolah berani mengawali dari sekarang.
Disaat aku mengakhiri tugas sebagai pendidik yang sudah hampir 38 tahun mengabdi kepada anak-anak Bangsa akan bangga bila SMK Negeri 35 Jakarta menjadi SMK-RSBI.
Maka gelar "Camp Java" , "CJ 7", "C7 J" atau "Java 7" menjadi kebanggaan para Alumni.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar